Kayu Berbicara
Tangan Berkarya
Tentang Kami
Kajeng Ireng adalah simbol dari kematangan, kekuatan, dan karakter yang semakin tegas seiring berjalannya waktu. Lahir sebagai wujud idealisme tertinggi dari ekosistem pengrajin kami, Kajeng Ireng menjadi ruang di mana kecintaan pada kayu bertemu dengan desain fungsional yang elegan.
Kami menolak kompromi. Mulai dari pemilihan bongkahan kayu pertama hingga polesan natural terakhir, semuanya dikerjakan oleh tangan, pikiran & hati.
Visi
Menjadi center of excellence kriya kayu dan dekorasi premium di Indonesia, di mana kejujuran material alam bersanding dengan estetika fungsional untuk menghasilkan karya yang bertahan melintasi generasi
Misi
1. Menghadirkan Kualitas Tanpa Kompromi
Menciptakan produk home decor dan fungsional melalui material kayu pilihan, detail presisi, dan finishing alami yang aman.
2. Menciptakan Karya
Melawan arus produk instan yang lekas rusak. Kami mendesain setiap meja, rak, dan peralatan rumah tangga untuk dirawat, diwariskan, dan menjadi bagian dari cerita keseharian di dalam rumah pelanggan kami
3. Merayakan Kejujuran Material
Mempertahankan dan menonjolkan karakter, urat, serta warna asli kayu dalam setiap desain. .
4. Mengangkat Martabat Pengrajin Lokal
Memberikan ruang bagi para pengrajin untuk beralih dari sekadar pekerja mekanis menjadi seniman kayu seutuhnya.
Thamrin
Lahir sebagai anak pertama di Jakarta, 03 Mei 1975, dari keluarga yang hidup dalam keterbatasan — sebuah ruangan 5×5 meter tanpa halaman, tanpa dapur, tanpa kamar mandi terpisah. Dari keprihatinan itulah banyak hikmah yang kemudian membentuk karakter seorang Thamrin.
Dibesarkan di Larangan Indah, Ciledug — daerah yang kala itu masih rawa dan sepi — Thamrin kecil justru menemukan jati dirinya. Ia mengenal pengajian, bergaul dengan teman-teman, dan menjadi “bolang” yang penuh semangat. Dari sana ia tumbuh menjadi pribadi berprinsip yang tidak mudah dipengaruhi lingkungan.
Ketika SMA, mental bisnisnya mulai terasah — bukan karena keinginan, tapi karena kebutuhan. Agar punya uang jajan dan ongkos, ia rela mengamen bersama teman-temannya. Dari situ benih kewirausahaan mulai tumbuh.
Pada tahun 2008, Thamrin mendirikan Mainan Kayu di Serpong dengan satu keyakinan: bahwa mainan berkualitas dari kayu Indonesia bisa menjadi produk kebanggaan, sekaligus menggerakkan ekonomi pengrajin lokal.
